PURWOREJO â Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis industri dan kesiapan siswa menghadapi tantangan digital, SMK Negeri 2 Purworejo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory (TEFA) Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding/KKA Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Aula Bawah SMK Negeri 2 Purworejo pada Senin (20/7/2026). Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pendidik dan tenaga kependidikan terkait implementasi program bantuan TEFA berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), serta penguatan literasi digital melalui pemahaman Koding dan Kecerdasan Buatan (KKA).
Hadir sebagai narasumber utama, Widyaiswara dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta, Eru Wibowo, S.Sn., M.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pengintegrasian model pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil produk atau jasa (TEFA), tetapi juga pada kedalaman proses berpikir critical (critical thinking) dan pemecahan masalah (problem solving) murid melalui Pembelajaran Mendalam.
"Teaching Factory bukan sekadar menghadirkan suasana industri di sekolah, melainkan bagaimana proses Pembelajaran Mendalam dapat membentuk mentalitas, kreativitas, serta pemahaman koding dan teknologi modern pada diri murid agar mereka relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini," tegas Eru Wibowo di hadapan para peserta.
Melalui sosialisasi ini, SMK Negeri 2 Purworejo berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan program bantuan yang diterima. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat langsung diimplementasikan dalam penyusunan kurikulum dan praktik pembelajaran harian, sehingga mampu mencetak lulusan vokasi yang unggul, terampil di bidang koding, dan berdaya saing tinggi.